Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Semenjak Adanya Serangan ISIS , Sebanyak 30 Ribu Orang Tinggalkan Palma Mozambik

Jakarta -  Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa puluhan ribu orang telah meninggalkan kota Palma di Mozambik utara menyusul serangan para militan terkait ISIS akhir bulan lalu, yang menewaskan puluhan orang. Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/4/2021), badan pengungsi PBB, UNHCR mengatakan sekitar 30.000 orang telah melarikan diri dari Palma sejak militan terkait ISIS menyerbu kota pesisir itu pada 24 Maret lalu. Juru bicara UNHCR, Babar Baloch mengatakan badan tersebut "sangat prihatin dengan konsekuensi kemanusiaan dari eskalasi kekerasan yang cepat" di Mozambik utara. Dia menyuarakan keprihatinan khusus tentang "keselamatan dan kesejahteraan mereka yang paling rentan di antara para pengungsi, termasuk wanita dan anak-anak." Serangan akhir bulan lalu menandai peningkatan besar dalam pemberontakan yang telah mendatangkan malapetaka di seluruh provinsi Cabo Delgado selama lebih dari tiga tahun ketika para militan berusaha untuk mendirika...

NASA Resmikan SpaceX untuk Kembangkan Wahana Pendaratan di Bulan

Washington DC -  Badan antariksa Amerika Serikat (AS), NASA, menunjuk SpaceX untuk mengembangkan wahana pendarat komersial pertama di Bulan. Pengumuman tersebut disampaikan NASA pada Jumat (16/4/2021) sebagaimana dilansir Deutsche Welle. Wahana pendarat tersebut akan membawa wanita dan pria kulit berwarna pertama yang menginjakkan kaki di Bulan. Dalam rencana tersebut, NASA berencana mengirim empat astronot dengan pesawat ruang angkasa Orion ke orbit Bulan. Dari orbit Bulan, dua astronot akan dipindah ke wahana pendarat SpaceX, bernama Starship, untuk mendarat di permukaan Bulan. NASA mengatakan, Starship akan mencakup kabin dan dua kompartemen dengan tekanan terkontrol untuk memuluskan para misi paraa astronot di permukaan Bulan. Wahan pendarat tersebut rencananya akan digunakan kembali untuk peluncuran dan pendaratan dalam misi perjalanan luar angkasa lainnya. "Kami tidak akan berhenti di bulan," kata Steve Jurczyk, penjabat manager NASA. Badan antariksa AS tersebut juga b...