Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Arkeolog Menemukan Sebuah Segel Kuno di Dalam Batu Permata Amethyst Berusia 2,000 Tahun di Yerusalem

Jakarta - Segel kuno dari batu permata amethyst dari periode Bait Suci Kedua ditemukan di Yerusalem. Segel berusia 2.000 tahun ini ditemukan di pondasi batuan dasar Tembok Barat Yerusalem. Arkeolog dari Otoritas Barang Antik Israel (IAA) Eli Shukron mengatakan, penemuan ini sangat penting dan berharga karena segel ini terbuat dari batu permata. Dikutip dari SCI Information, artefak kecil ini memiliki lubang untuk memasang kawat logam yang memungkinkannya dipakai sebagai cincin. "Stempel digunakan untuk menandatangani dokumen dan juga bisa menjadi perhiasan sebagai cincin,"kata para peneliti. Segel batu permata itu memiliki panjang sekitar 1 centimeters dan lebar 0,5 centimeters. Segel itu berukir gambar merpati yang bertengger di sebuah cabang pohon yang berbuah. "Tanaman yang terukir di batu itu kemungkinan adalah tanaman persimmon yang disebutkan dalam Alkitab, Talmud, dan sumber sejarah,"kata para ilmuwan. Selama periode Bait Suci Kedua, tanam...

Waspadai Kebiasaan Memakan Es Batu, Ilmuwan Menjelaskan Pertanda Adanya Masalah Terhadap Kesehatan

Jakarta - Apakah Anda mengenal seseorang yang suka mengunyah es batu, atau justru Anda sendiri yang sering melakukannya? Meski terlihat tidak berbahaya, keinginan dan kebiasaan untuk mengunyah es batu bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan . Dilansir dari artikel Healthline yang ditelaah secara medis oleh Dr Debra Rose Wilson, 28 September 2018; berikut adalah dua masalah kesehatan di balik kecanduan makan es batu: Anemia Defisiensi Besi Salah satu masalah kesehatan yang sering kali ditandai dengan kecanduan mengunyah es batu adalah anemia defisiensi besi. Ini merupakan salah satu tipe anemia di mana seseorang kekurangan zat besi di dalam darah. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah, dan kekurangan zat besi bisa menyebabkan sel darah merah tidak optimal dalam mengangkut oksigen. Meski belum diketahui secara pasti, kebiasaan mengunyah es diduga dilakukan oleh orang dengan anemia defisiensi besi untuk mengirim lebih banyak darah ke ...

Penjelasan Sains Mengenai Manfaat Kultur Jaringan (Mikropropagasi) Pada Tanaman

Jakarta - Kultur jaringan (mikropropagasi) adalah teknik perkembangbiakan tanaman memanipulasi jaringan somatik dan menumbuhkan bagian tanaman, baik sel, jaringan, atau body organ dalam kondisi aseptik secara artificial insemination. Teknik kultur jaringan harus memenuhi beberapa syarat, salah satunya adalah harus steril dari berbagai macam kontaminan. Dengan teknik kultur jaringan, tanaman baru yang ditumbuhkan akan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Biasanya, kultur jaringan dilakukan pada tanaman yang tidak bisa melakukan perkembangbiakan generatif sehingga perkembangbiakan vegetatif menjadi solusinya. Teknik kultur jaringan juga menjadi pilihan metode perkembangbiakan tanaman karena sangat ekonomis dan komersial. Manfaat dari perkembangbiakan dengan teknik kultur jaringan Selain membantu perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif, teknik kultur jaringan memiliki banyak manfaat lain. Dilansir dari Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), ...

Apa Itu Vaksin Zifivax? Dan Mengapa Bisa di Izinkan Untuk Penggunaan di Indonesia? Berikut Penjelasannya

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency situation usage authorization (EUA) untuk vaksin Zifivax asal China. Ini adalah jenis vaksin Covid-19 kesepuluh yang dapat digunakan di Indonesia. "Pada hari ini Badan POM telah memberi persetujuan terhadap satu produk vaksin Covid-19 yang baru dengan nama dagang Zifivax,"kata Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam Konferensi Pers Penerbitan EUA Vaksin Zifivax, Kamis (7/10/2021). Vaksin Zifivax ini memiliki efikasi yang cukup tinggi, mencapai 81 persen. Ini fakta menarik dari vaksin Zifivax. Fakta vaksin zifivax 1. Asal vaksin Zifivax dan pengujian Penny menjelaskan, vaksin ini diproduksi oleh Anhui Zifei Longcom Biopharmaceutical asal China dan dikembangkan di Indonesia bekerjasama dengan PT JBIO. Vaksin ini menggunakan platform rekombinan protein subunit untuk memicu respons imun. Teknologi ini diklaim lebih aman untuk pasien immunocompromised. Dilansir dari laman ...

Waspada Ternyata Nyeri Dada Bisa Jadi Pertanda Gejala Covid-19? Berikut Penjelasannya

Jakarta - Gejala Covid-19 paling umum adalah batuk, pilek dan demam. Namun, penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini juga bisa mengakibatkan berbagai keluhan lain termasuk nyeri dada. Mengapa bisa begitu, dan apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh seseorang yang terinfeksi Covid-19? Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Healthcare facility Makassar, dr Bambang Budiono SpJP, FIHA, FAPSIC, FSCAI membenarkan bahwa nyeri dada bisa jadi ada indikasi sakit asam lambung dan serangan jantung, dan juga penyakit baru Covid-19 ini. Menurut Bambang, ada banyak hal yang bisa menyebabkan pasien mengalami nyeri dada setelah terinfeksi Covid-19. Pertama, nyeri dada akibat Covid-19 dapat terjadi jika terjadi penyulit seperti radang selaput pembungkus jantung (perikarditis) dan radang otot jantung (miokarditis). Selaput pembungkus jantung adalah lapisan tipis yang berbentuk kantong dan berfungsi agar jantung tidak berpindah posisi, serta melindungi jantung dari gesek...