Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

NASA Ambisi Buat Pangkalan di Bulan Dan Merancang Reaktor Nuklir Untuk Sumber Energi Untuk Masa Mendatang

Jakarta - Badan antariksa nasional Amerika NASA berambisi untuk membangun pangkalan luar angkasa di bulan untuk eksplorasi luar angkasa di masa depan. Untuk mewujudkan itu, NASA sedang merancang reaktor nuklir di bulan untuk sumber energi di masa mendatang. Menurut pernyataan dari Idaho National Laboratory (INL) Departemen Energi pada 19 November, pihaknya bekerja sama dengan NASA untuk menempatkan reaktor fisi tahan lama di bulan, berdaya tinggi yang tidak bergantung pada matahari dalam 10 tahun mendatang. Saat ini, INL sedang mencari proposal dari mitra luar untuk memulai proyek besar ini, dengan batas waktu penyerahan ke NASA pada 19 Februari 2022. Pejabat INL mengatakan, reaktor ini akan membantu mengubah bulan menjadi pangkalan luar angkasa untuk eksplorasi ruang angkasa manusia. "Rekator nuklir ini termasuk untuk misi berawak ke Mars di masa depan,"kata pejabat tersebut seperti dikutip Live Scientific research, Selasa (30/11/2021). Direktorat Misi T...

Parah Ahli Mengatakan Hati-hati Merebus Kepiting Lobster Hidup-hidup Karena Mereka Bisa Merasakan Sakit

Jakarta - Tinjauan yang dilakukan pemerintah Inggris mengungkap gurita, kepiting, dan lobster mampu mengalami rasa sakit atau penderitaan sehingga harus diperlakukan sebagai makhluk hidup. Ahli di London Institution of Business economics , merancang laporan dari 300 studi ilmiah untuk mengevaluasi benar atau tidaknya hal tersebut. Hal tersebut dilakukan di tengah rencana Inggris yang hendak memasukkan cumi (seperti gurita, cumi-cumi, dan sotong) dan dekapoda (seperti kepiting, lobster dan udang karang) ke dalam daftar makhluk yang diberi perlindungan di bawah Undang-Undang. Dalam laporan tersebut tertulis larangan lobster dan kepiting direbus hidup-hidup. Sedangkan untuk dekapoda dan cumi, mereka harus diperlakukan dengan baik saat pengangkutan, dibuat tak sadarkan diri dan dipotong. Kata peneliti soal rebus lobster dan kepiting Dalam laporan berjudul Testimonial of the Proof of Sentience in Cephalopod Molluscs and Decapod Crustaceans tersebut, peneliti menulis bahwa merebus lobster da...

Sosok Jessica Watkins, Wanita Kulit Hitam Pertama Yang Bertugas Ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)

Jakarta - Astronot NASA Jessica Watkins bakal mengukir sejarah sebagai wanita kulit hitam pertama yang melakukan misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Room Station/ISS). NASA mengumumkan bahwa Watkins akan bertugas sebagai anggota kru pada misi SpaceX Crew-4 yang akan diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa pada bulan April 2022. "Dalam 21 tahun terakhir sejak stasiun luar angkasa pertama kali mengorbit Bumi, hanya ada 7 astronot kulit hitam dari 249 orang yang bertugas di sana,"tulis laporan The New York Times dikutip laman Huffpost, Kamis (18/11/2021). Tahun lalu, Victor Glover menjadi astronot kulit hitam pertama yang tinggal dan bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Dia bertugas dalam misi jangka panjang selama beberapa minggu. Sekarang, Watkins akan menjadi wanita kulit hitam pertama yang melakukannya. Watkins berharap misinya ke stasiun luar angkasa akan menjadi contoh bagi gadis-gadis muda kulit berwarna lainnya bahwa mereka j...

Para Peneliti Mengatakan Matahari Akan Terbit Lebih Cepat di Indonesia, Berikut Penjelasannya !

Jakarta -  Matahari akan terbit lebih cepat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, menurut penjelasan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Mereka meminta masyarakat tidak perlu panik karena fenomena tersebut terjadi secara alamiah. Peneliti LAPAN , Andi Pangerang, menjelaskan bahwa waktu terbit matahari memang bervariasi sepanjang tahun tergantung lokasi di mana kita berasal. Fenomena alam tersebut terjadi karena sumbu rotasi Bumi miring 66,6 derajat. "Saat sumbu rotasi di belahan utara Bumi dan kutub utara Bumi sticking ke arah matahari, maka matahari akan terbit lebih cepat dan terbenam lebih lambat di belahan utara Bumi," kata Andi mencontohkan. "Sementara itu, sumbu rotasi di belahan selatan Bumi dan kutub selatan Bumi miring menjauhi matahari. Sehingga, matahari akan terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat di belahan selatan Bumi." Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa terdapat dua jenis waktu, yakni waktu zonasi dan waktu mata...

Ilmuwan Menemukan 160 Planet Kecil Mirip Dengan Bumi, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Astrofisikawan Caltech merekomendasikan NASA agar membangun teleskop baru untuk menemukan planet kembaran bumi. Teleskop canggih ini untuk mengetahui kondisi sekitar 160 planet berbatu yang mirip dengan bumi. Dikutip dari Live Science, setiap 10 tahun, Akademi Sains, Teknik, dan Kedokteran Nasional memberi saran kepada lembaga pemerintah, seperti NASA dan National Scientific Foundation, mengenai tujuan penelitian apa yang harus diprioritaskan para astronom dalam dekade mendatang. Para penasihat merilis laporan terbaru mereka dan menyoroti tiga prioritas penelitian utama: untuk lebih memahami sifat lubang hitam dan bintang neutron, bagaimana galaksi terbentuk dan berevolusi. Penelitian juga untuk mengidentifikasi "dunia mirip Bumi yang dapat dihuni" dan tanda-tanda biokimia kehidupan di sistem planet lain. Astrofisikawan Caltech Fiona Harrison yang ikut memimpin komite tersebut mengatakan, peluang ilmiah paling menakjubkan adalah kemungkinan dapat men...