Postingan

Seorang Polisi Menyamar Sebagai Ojek Online di Samarinda, Berhasil Menangkap Bandar Sabu Seberat 13,5 Kg

Samarinda -  Satuan Reserse Narkoba Polresta Samarinda menggagalkan peredaran 13,5 kg sabu senilai tidak kurang dari Rp13 miliar. Saat beraksi, polisi sempat menyamar sebagai pengemudi ojek online (ojol). Dua orang terduga pengedar, Burhanuddin dan Sari (42) ditetapkan tersangka dan kini meringkuk di penjara. Kedua pelaku yang dibekuk Senin (17/5) lalu, sudah menjadi target operasi ( TO ) kepolisian dalam sebulan terakhir. Petugas lebih dulu menangkap Sari dengan barang bukti sekitar 2 kg sabu, disusul Burhanuddin dengan 10 kg sabu. "Kami melakukan undercover, menyamar jadi ojek online. Pelaku S (Sari) kami amankan setelah kita cegat di jalan. Dan pelaku B di rumahnya. Sepuluh kg sabu itu ada dalam boks (pakaian)," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, Rabu (19/5). Dari penyidikan, total 13,5 kg sabu senilai tidak kurang Rp13 miliar itu dikirim dari Tawau, Malaysia. "Tujuannya untuk disebar di Samarinda. Sepanjang sejarah di Samarinda ini yang terbesar,...

Semenjak Adanya Serangan ISIS , Sebanyak 30 Ribu Orang Tinggalkan Palma Mozambik

Jakarta -  Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa puluhan ribu orang telah meninggalkan kota Palma di Mozambik utara menyusul serangan para militan terkait ISIS akhir bulan lalu, yang menewaskan puluhan orang. Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/4/2021), badan pengungsi PBB, UNHCR mengatakan sekitar 30.000 orang telah melarikan diri dari Palma sejak militan terkait ISIS menyerbu kota pesisir itu pada 24 Maret lalu. Juru bicara UNHCR, Babar Baloch mengatakan badan tersebut "sangat prihatin dengan konsekuensi kemanusiaan dari eskalasi kekerasan yang cepat" di Mozambik utara. Dia menyuarakan keprihatinan khusus tentang "keselamatan dan kesejahteraan mereka yang paling rentan di antara para pengungsi, termasuk wanita dan anak-anak." Serangan akhir bulan lalu menandai peningkatan besar dalam pemberontakan yang telah mendatangkan malapetaka di seluruh provinsi Cabo Delgado selama lebih dari tiga tahun ketika para militan berusaha untuk mendirika...

NASA Resmikan SpaceX untuk Kembangkan Wahana Pendaratan di Bulan

Washington DC -  Badan antariksa Amerika Serikat (AS), NASA, menunjuk SpaceX untuk mengembangkan wahana pendarat komersial pertama di Bulan. Pengumuman tersebut disampaikan NASA pada Jumat (16/4/2021) sebagaimana dilansir Deutsche Welle. Wahana pendarat tersebut akan membawa wanita dan pria kulit berwarna pertama yang menginjakkan kaki di Bulan. Dalam rencana tersebut, NASA berencana mengirim empat astronot dengan pesawat ruang angkasa Orion ke orbit Bulan. Dari orbit Bulan, dua astronot akan dipindah ke wahana pendarat SpaceX, bernama Starship, untuk mendarat di permukaan Bulan. NASA mengatakan, Starship akan mencakup kabin dan dua kompartemen dengan tekanan terkontrol untuk memuluskan para misi paraa astronot di permukaan Bulan. Wahan pendarat tersebut rencananya akan digunakan kembali untuk peluncuran dan pendaratan dalam misi perjalanan luar angkasa lainnya. "Kami tidak akan berhenti di bulan," kata Steve Jurczyk, penjabat manager NASA. Badan antariksa AS tersebut juga b...