Arkeolog Menemukan Sebuah Segel Kuno di Dalam Batu Permata Amethyst Berusia 2,000 Tahun di Yerusalem

Jakarta - Segel kuno dari batu permata amethyst dari periode Bait Suci Kedua ditemukan di Yerusalem. Segel berusia 2.000 tahun ini ditemukan di pondasi batuan dasar Tembok Barat Yerusalem.

Arkeolog dari Otoritas Barang Antik Israel (IAA) Eli Shukron mengatakan, penemuan ini sangat penting dan berharga karena segel ini terbuat dari batu permata.

Dikutip dari SCI Information, artefak kecil ini memiliki lubang untuk memasang kawat logam yang memungkinkannya dipakai sebagai cincin. "Stempel digunakan untuk menandatangani dokumen dan juga bisa menjadi perhiasan sebagai cincin,"kata para peneliti.

Segel batu permata itu memiliki panjang sekitar 1 centimeters dan lebar 0,5 centimeters. Segel itu berukir gambar merpati yang bertengger di sebuah cabang pohon yang berbuah.

"Tanaman yang terukir di batu itu kemungkinan adalah tanaman persimmon yang disebutkan dalam Alkitab, Talmud, dan sumber sejarah,"kata para ilmuwan.

Selama periode Bait Suci Kedua, tanaman itu digunakan sebagai salah satu bahan yang berharga mahal untuk memproduksi dupa, parfum, obat-obatan, dan salep.

"Ini adalah penemuan penting karena ini mungkin pertama kalinya segel ditemukan dengan ukiran tanaman yang berharga dan terkenal, yang sampai sekarang hanya bisa kita baca dalam deskripsi sejarah,"kata Dr. Shukron.

Shukron mengatakan, segel yang mengesankan ini memberikan pandangan sekilas tentang kehidupan sehari-hari orang-orang yang hidup pada zaman Bait Suci Kedua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Vaksin Zifivax? Dan Mengapa Bisa di Izinkan Untuk Penggunaan di Indonesia? Berikut Penjelasannya

NASA Ambisi Buat Pangkalan di Bulan Dan Merancang Reaktor Nuklir Untuk Sumber Energi Untuk Masa Mendatang

Para Ahli Epidemiologi Mengatakan Jangan Remehkan Varian Omicron, Varian Ini Ternyata Tidak Lemah