Ilmuwan Menemukan 160 Planet Kecil Mirip Dengan Bumi, Berikut Selengkapnya
Jakarta - Astrofisikawan Caltech merekomendasikan NASA agar membangun teleskop baru untuk menemukan planet kembaran bumi. Teleskop canggih ini untuk mengetahui kondisi sekitar 160 planet berbatu yang mirip dengan bumi.
Dikutip dari Live Science, setiap 10 tahun, Akademi Sains, Teknik, dan
Kedokteran Nasional memberi saran kepada lembaga pemerintah, seperti
NASA dan National Scientific Foundation, mengenai tujuan
penelitian apa yang harus diprioritaskan para astronom dalam dekade
mendatang.
Para penasihat merilis laporan terbaru mereka dan menyoroti tiga
prioritas penelitian utama: untuk lebih memahami sifat lubang hitam dan
bintang neutron, bagaimana galaksi terbentuk dan berevolusi.
Penelitian juga untuk mengidentifikasi "dunia mirip Bumi yang dapat
dihuni" dan tanda-tanda biokimia kehidupan di sistem planet lain.
Astrofisikawan Caltech Fiona Harrison yang ikut memimpin komite tersebut
mengatakan, peluang ilmiah paling menakjubkan adalah kemungkinan dapat
menemukan kehidupan di planet lain yang mengorbit bintang di lingkungan
galaksi bima sakti.
Mereka merekomendasikan bahwa, untuk menemukan planet seperti itu, NASA
harus membangun teleskop yang lebih canggih dari Teleskop Luar Angkasa
Hubble dan dilengkapi dengan sensor inframerah, optik, dan ultraviolet.
Teleskop baru ini akan menelan biaya sekitar USD11 miliar dan
diluncurkan pada awal 2040-an.
"Dengan teleskop seperti itu, kita akan melihat titik-titik kecil yang
berbeda,"kata Bruce Macintosh, astrofisikawan di Stanford dan anggota
komite, mengatakan kepada The Atlantic.
Kemudian, dengan menganalisis cahaya yang dipantulkan dari planet ekstrasurya, para ilmuwan dapat mengetahui komposisi kimia atmosfernya. Bukti atmosfer oksigen, metana, dan air dapat mengisyaratkan keberadaan kehidupan di planet ini.
Jonathan Fortney, seorang ilmuwan earth di University of The golden
state, Santa Cruz mengatakan, saat ini ada 4.500 exoplanet di tata surya
dan ada sekitar 160 earth yang berbatu seperti bumi.
"Dengan kemampuan untuk menemukan dan menganalisis atmosfer dunia yang
jauh, kami memiliki rute untuk dapat mulai menjawab pertanyaan, kita
tidak sendirian di tata surya?"katanya.
Komentar
Posting Komentar