Peneliti Ungkapkan Jika Gunung Misterius Idunn Mons Aktif Dari Aliran Lava Yang Deras
Jakarta - Gunung berapi misterius ini disebut dengan nama Idunn Mons yang memiliki puncak gunung
tinggi sekitar 2,5 kilometer (1,5 mil) dan lebar 200 kilometer (125
mil). Para peneliti khawatir Gunung Idunn Mons dapat meletus karena menemukan aktivitas vulkanik dan tektonik baru-baru ini.
Para peneliti menyimpulkan gunung Idunn Mons baru-baru ini aktif,
terkait dengan panas dari aliran lava yang sedang berlangsung. Kemudian
ditemukan retakan permukaan sebagai bukti aktivitas tektonik yang
bertepatan dengan aktivitas vulkanik.
"Ini adalah pertama kalinya kami menggabungkan begitu banyak dan
kumpulan information yang berbeda terkait kombinasi letusan baru-baru
ini dan berpotensi berkelanjutan, serta aktivitas tektonik baru-baru
ini, di palnet terestrial selain Bumi,"kata Piero D'Incecco, seorang
ilmuwan planet di Universitas D'Annunzio di Pescara, Italia, mengatakan
kepada Space.com, Sabtu (11/12/2021).
Gunung Idunn Mons terletak di Imdr Regio, wilayah dataran tinggi yang
kaya akan gunung berapi di Venus selatan. Diketahui planet Venus memiliki
lebih banyak gunung berapi daripada planet lain di tata surya kita.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Venus memiliki lebih dari 1.600
gunung berapi besar, dan bisa memiliki lebih dari 100.000 atau bahkan
lebih dari 1 juta gunung berapi yang lebih kecil. Dan para peneliti
menemukan tanda-tanda aktivitas Gunung Idunn Mons baru-baru ini.
Sebuah temuan menunjukkan bahwa lava dari gunung berapi aktif dapat
terus menyapu bersih permukaan planet. "Kemungkinan keberadaan fosfin di
atmosfer Venus terkait dengan aktivitas gunung berapi baru-baru ini
atau yang sedang berlangsung,"ujar D'Incecco.
Pada tahun 2010, pesawat ruang angkasa Venus Express Badan Antariksa
Eropa (ESA) mendeteksi anomali inframerah di sisi atas dan timur Idunn
Mons yang menunjukkan adanya endapan vulkanik baru. Ini memberikan
petunjuk pertama bahwa daerah itu mungkin telah terjadi aktivitas
vulkanisme aktif dalam beberapa juta tahun terakhir.
Para peneliti menganalisis pengamatan pesawat ruang angkasa dari puncak
untuk tanda-tanda aktivitas baru-baru ini. Mereka menggabungkan data ini
dengan studi laboratorium tentang bagaimana batuan vulkanik berubah
ketika terkena suhu permukaan yang tinggi dan atmosfer Venus yang kaya
akan karbon dioksida, sulfur, dan kaustik.
Gambar permukaan dari permukaan Venus yang ditangkap oleh Venus Express
dan pesawat ruang angkasa Magellan NASA mengonfirmasi adanya aliran lava
segar di Idunn Mons. Information atmosfer dari Venus Express juga
menemukan bahwa angin lebih lambat dari yang diperkirakan di atmosfer
yang lebih rendah di atas Imdr Regio.
Para ilmuwan menunjukkan dalam percobaan laboratorium baru-baru ini
bahwa batuan permukaan di Venus dapat berubah secara kimiawi jauh lebih
cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Analisis sebelumnya
menunjukkan bahwa aliran vulkanik di Idunn Mons, paling banyak, berusia
2,5 juta tahun dan semuda 250.000 tahun, analisis kimia baru menunjukkan
bahwa batuan ini jauh lebih muda.
"Oleh karena itu, mencari situs vulkanisme yang berpotensi aktif di
Venus sangat penting,"ujar D'Incecco. Sejumlah misi masa depan saat ini
direncanakan untuk memetakan Venus, termasuk pengorbit Veritas NASA dan
probe EnVision ESA, jika Venus aktif secara vulkanik.
Komentar
Posting Komentar