Postingan

Para Ahli Epidemiologi Mengatakan Jangan Remehkan Varian Omicron, Varian Ini Ternyata Tidak Lemah

Jakarta -  Ahli epidemiologi memperingatkan bahwa virus corona varian Omicron tidak selemah yang dibayangkan. Pemerintah pun didesak mengambil kebijakan mitigasi yang lebih ketat untuk mencegah penularan COVID-19. Sejak awal kemunculannya, varian corona Omicron dilaporkan kurang menyebabkan gejala parah seperti varian Delta. Namun, epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, mewanti-wanti bahwa kesimpulan tersebut hanya didasarkan pada penyelidikan awal. Pada akhirnya, kesimpulan awal bahwa virus corona varian Omicron kurang berbahaya membuat masyarakat lengah, kata Dicky. Padahal, Omicron terbukti menyebabkan orang memerlukan perawatan rumah sakit dan kematian pada lansia dan anak-anak. "Ada kesalahan di awal Omicron ini muncul, ketika dunia juga sebagian masyarakat, sebagian negara itu sudah jenuh kan, mencari info yang bisa menenangkan. Padahal kita tuh enggak bisa dalam pengendalian wabah, PHP itu enggak efektif dan berbahaya. Pemberi harapan palsu," kata Dicky...

Ilmuwan Cina Kembangkan Perangkat Laser Yang Dapat Dipasang Pada Satelit

Jakarta - Ilmuwan China mengembangkan perangkat laser kecil namun kuat yang dapat dipasang pada satelit. Seperti dilansir dari South China Morning Post, Mereka, bagaimanapun, mengatakan laser tidak akan digunakan untuk tujuan yang merusak. Pengembangan perangkat itu dipublikasikan melalui makalah di jurnal Shanghai Aerospace, bulan lalu. Perangkat laser dapat digunakan dalam berbagai fungsi seperti identifikasi target, pelacakan, pencitraan dan komunikasi berkecepatan tinggi, kata kepala ilmuwan proyek tersebut, Liu Chong dari Fakultas Sains dan Teknik Optik Universitas Zhejiang. Hal ini dapat memancarkan 100 tembakan sinar laser dengan kekuatan 1 megawatt (MW) per detik selama hampir setengah jam di ruang angkasa, menurut kelompok peneliti. Perangkat laser seukuran kaleng 500 mililiter dengan kapasitas kurang dari 1,5 kilogram ini bisa dipasang di satelit kecil. Sementara itu, militer Amerika Serikat (AS) berencana meluncurkan senjata laser 1 megawatt (MW) miliknya ke lu...

Para Astronom Sebut Jika Matahari Berputar Keluar Dari Rotasinya Dan Tidak Stabil

Jakarta - Para astronom sebut matahari sedang tidak stabil, matahari terpantau berputar keluar dari rotasinya bahkan cahaya menyebar. Situasi itu terjadi setelah letusan bintang yang dikenal sebagai Bintang Naga atau EK Draconis. Bintang kerdil ini terletak 110,71 tahun cahaya dari Bumi. Cahaya merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik. Seperti dilansir dari Unilad, para ilmuwan sebelumnya telah menyatakan bahwa jilatan api matahari menyebarkan massa yang mempengaruhi lingkungan di Bumi. "Penghamburan massa ini secara teoritis juga bisa terjadi di matahari kita. Pengamatan ini dapat membantu kita lebih memahami bagaimana peristiwa serupa telah mempengaruhi bumi, dan bahkan planet Mars selama miliaran tahun terakhir, "kata rekan penulis studi tersebut, Yuta Notsu dari Laboratorium Fisika Atmosfer dan Luar Angkasa (LASP). Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature, menunjukkan bahwa bintang merah kerdil tipe-M tidak stabil seperti yang diperkirakan s...

Seorang Pria Membuat Gedung Pencakar Bumi Itu Untuk Selamat Dari Kiamat

Jakarta - Mantan kontraktor pemerintahan, Larry Hall membuat gedung pencakar bumi yang dunamakan Survival Condo agar orang-orang yang ada di gedung itu selamat dari kiamat . Saat ini Larry Hall telah membangun gedung unik itu di Main Kansas, Amerika Serikat. Dikutip The Sunlight, gedung itu memang seperti kebalikan dari gedung pencakar langit. Berbeda dengan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi ke langit. Survival Condo dibuat dengan memanfaatkan sebuah shelter silo yang kemudian diubah menjadi sebuah gedung yang tertanam ke dalam perut bumi. Seolah-olah mencakar lapisan bumi. Selain itu Survival Condo juga dibuat dengan beton setebal 9 kaki. Beton itu diyakni mampu menahan goncangan sangat besar yang ditimbulkan oleh termo nuklir maupun gempa bumi. Gedung itu menurut Larry Hall memiliki panjang 210 kaki atau 64 meter ke dalam bumi. Nantinya gedung itu akan digunakan sebagai tempat berlindung dari kekacauan yang terjadi di atas bumi. "Tujuannya adalah melind...

Peneliti Ungkapkan Jika Gunung Misterius Idunn Mons Aktif Dari Aliran Lava Yang Deras

Jakarta - Gunung berapi misterius ini disebut dengan nama Idunn Mons yang memiliki puncak gunung tinggi sekitar 2,5 kilometer (1,5 mil) dan lebar 200 kilometer (125 mil). Para peneliti khawatir Gunung Idunn Mons dapat meletus karena menemukan aktivitas vulkanik dan tektonik baru-baru ini. Para peneliti menyimpulkan gunung Idunn Mons baru-baru ini aktif, terkait dengan panas dari aliran lava yang sedang berlangsung. Kemudian ditemukan retakan permukaan sebagai bukti aktivitas tektonik yang bertepatan dengan aktivitas vulkanik. "Ini adalah pertama kalinya kami menggabungkan begitu banyak dan kumpulan information yang berbeda terkait kombinasi letusan baru-baru ini dan berpotensi berkelanjutan, serta aktivitas tektonik baru-baru ini, di palnet terestrial selain Bumi,"kata Piero D'Incecco, seorang ilmuwan planet di Universitas D'Annunzio di Pescara, Italia, mengatakan kepada Space.com, Sabtu (11/12/2021). Gunung Idunn Mons terletak di Imdr Regio, wilayah ...

Tim Arkeolog Menemukan Makan Berusia 3.300 Tahun Dan Berisi 2 Jenazah Berlidah Emas

Jakarta - Sebuah makam berusia 3.300 tahun ditemukan di situs pemakaman kuno di Abydos, Kegubernuran Minya, Mesir. Dari dalam makam terdapat dua jenazah berlidah emas diperkirakan berasal dari Dinasti Saite. Tim Arkeolog Universitas Barcelona, Spanyol yang dipimpin Kevin Cahail dari University of Pennsylvania mengumumkan penemuan ini kepada Kementerian Pariwisata dan Purbakala di Kairo, Minggu 5 Desember 2021. Dikutip dari laman ibtimes, dalam makam kuno berbentuk kamar berkubahnya yang menampung beberapa sarkofagus dan berisi sejumlah artefak. Ditemukan juga dua jenazah dengan lidah emas, namun belum diketahui identitasnya. Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mostafa Waziri mengatakan bahwa dua makam itu berusia 2.500 tahun. Salah satu jenazah dalam peti mati batu kapur dengan penutup berbentuk wanita. Sedangkan satu jenazah tak dikenal juga ditemukan di dekatnya. Waziri menjelaskan, saat penggalian juga menemukan dua peti mati berisi pot kanopi. Salah...

NASA Ambisi Buat Pangkalan di Bulan Dan Merancang Reaktor Nuklir Untuk Sumber Energi Untuk Masa Mendatang

Jakarta - Badan antariksa nasional Amerika NASA berambisi untuk membangun pangkalan luar angkasa di bulan untuk eksplorasi luar angkasa di masa depan. Untuk mewujudkan itu, NASA sedang merancang reaktor nuklir di bulan untuk sumber energi di masa mendatang. Menurut pernyataan dari Idaho National Laboratory (INL) Departemen Energi pada 19 November, pihaknya bekerja sama dengan NASA untuk menempatkan reaktor fisi tahan lama di bulan, berdaya tinggi yang tidak bergantung pada matahari dalam 10 tahun mendatang. Saat ini, INL sedang mencari proposal dari mitra luar untuk memulai proyek besar ini, dengan batas waktu penyerahan ke NASA pada 19 Februari 2022. Pejabat INL mengatakan, reaktor ini akan membantu mengubah bulan menjadi pangkalan luar angkasa untuk eksplorasi ruang angkasa manusia. "Rekator nuklir ini termasuk untuk misi berawak ke Mars di masa depan,"kata pejabat tersebut seperti dikutip Live Scientific research, Selasa (30/11/2021). Direktorat Misi T...